English Dutch French Arabic Korean Japanese Chinese

Senin, 08 Oktober 2012

Tina Talisa Bakal Diusung Partai Besar?

BANDUNG - Presenter Tina Talisa di gadang-gadang akan dicalonkan sebagai Walikota Bandung oleh salah satu partai besar pada Pemilukada mendatang. Terkait hal itu, Tina enggan berkomentar jika pelaporannya ke Dewan Pers sebagai salah satu upaya perbaikan nama baiknya menjelang Pemilukada Bandung.
"Saya punya satu agenda untuk datang ke sini, yaitu untuk meluruskan apa yang selama ini diberitakan," ungkapnya di Gedung Dewan Pers, Selasa (4/9/2012).

Kata dia, dalam melakukan setiap pekerjaan pasti tidak menginginkan namanya tercemar. "Dalam semua bidang kita ingin terjaga nama baik kita," terangnya datar.

Tina menegaskan, bahwa pelaporan yang dilakukannya tidak memiliki niatan apapun selain meluruskan pemberitaan dan juga menjaga nama baiknya.

"Nggak ada pembelokan apa-apa, kalau orang menilai ABC, saya tidak bisa memaksa orang untuk menilai. Saya serahkan kepada publik," pungkasnya.

Sebelumnya, Dewan Pers telah melakukan mediasi antara Tina Talisa dan tiga media yaitu, Warta Kota, Berita Kota dan Rakyat Merdeka. Dari hasil mediasi itu, ketiga media bersedia memberikan hak jawab untuk Tina di halaman dan dengan ukuran yang sama.

Selain itu, Ketua Komisi Pengaduan Masyarakat dan Penegakan Etika Dewan Pers Agus Sudibyo menjelaskan Berita Kota juga sudah menyatakan permintaan maaf kepada Tina dan juga seluruh pembacanya karena sudah melakukan penghakiman terkait berita yang dimuatnya.(ozc)

Dewan Bahas Strategi Pencalonan Terbuka

BANDUNG - Beberapa anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) mulai membahas strategi pencalonan Pemilihan Umum Wali Kota (Pilwalkot) Bandung secara terbuka, Senin (27/8) siang. Dalam rapat yang digelar di ruang kerja Komisi C DPRD Kota Bandung kemarin, pembicaraan mengerucut pada sokongan penuh terhadap calon yang berasal dari DPRD Kota Bandung.
"Bandung satu (Walikota, red.) berikutnya harus dari DPRD, itu harga mati," ujar Ketua Komisi C sekaligus anggota Fraksi Demokrat Entang Suryaman, di sela-sela rapat tersebut.

Entang mengatakan, kecenderungan yang terjadi selama ini di Kota Bandung yaitu wali kota yang mayoritas berasal dari eksekutif. "Harus dari DPRD, karena wali kota dari dewan sudah terbukti memiliki pengalaman menyusun anggaran, membuat perda, dan dekat dengan rakyat karena sering menerima aspirari," tuturnya.

Dalam rapat kemarin, terlihat beberapa anggota dewan di antaranya Nanang Sugiri dari PAN, Agus Gunawan dari Fraksi Demokrat, Yessa D. Siddiq dari Fraksi PDIP, Riantono dari Fraksi Golkar, Hery Heryawan dari Fraksi Demokrat, dan Ahmad Kuncaraningrat dari Fraksi PKS.

Sementara itu, perwakilan PAN Kota Bandung Nanang Sugiri menilai, bursa pencalonan Wali Kota Bandung dari kubu eksekutif masih "malu-malu kucing". "Semuanya masih hanya bersembunyi di balik baligo ucapan berbagai momentum, tapi tidak terang-terangan mengenai pencalonan diri," katanya.

Padahal, dilanjutkan Nanang, sudah ada tiga orang dari eksekutif yang gencar dikabarkan akan mencalonkan diri, yaitu Sekda Kota Bandung Edi Siswadi, Wakil Wali Kota Bandung Ayi Vivananda, dan Ketua Disbudpar Kota Bandung Priana Wirasaputra.

"Tapi itu kan baru katanya, mereka belum terang-terangan mengatakan akan maju, didukung oleh parpol mana, padahal seharusnya saat ini sudah pantas lah untuk go publik," tuturnya.

Dia menyebutkan, saat ini baru ada dua parpol yang secara resmi mengusung kadernya sebagai calon walikota, yaitu Asep Dedi Ruyadi dari Partai Golkar, dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang mengajukan tiga nama, yaitu Haru Suandharu, Oded Muhammad Danial, dan Yudi Widiana Adia.

"Kedua parpol itu patut diapresiasi karena sudah berani mengumumkan pengusungan sejak dini, sehingga menjadi pendidikan politik tersendiri bagi masyarakat. Kalau dari dewan sudah berani, kenapa dari eksekutif tidak, bahkan partai terbesar di Kota Bandung pun juga masih belum terang-terangan," ujarnya.(pro)

PKS Bertekad Tak Mau Kalah Lagi

BANDUNG - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menyatakan tak mau kalah untuk yang kedua kalinya dalam Pemilihan Walikota Bandung periode 2013-2018 mendatang. Para bakal calon walikota dan mesin partai diminta untuk bekerja keras untuk meraih kemenangan.

Hal itu diungkapkan Ketua DPW PKS Jabar Tate Qomarudin saat acara Silaturrahim & Tabligh Akbar DPD PKS Kota Bandung di GOR KONI Jalan Jakarta, Minggu (2/9/2012).

"Seperti lagu, cukup sekali aku merasa kegagalan pilkada. Jangan sampai terulang lagi kekalahan yang kedua dalam pilwalkot mendatang," ujarnya.

Seperti diketahui, saat ini PKS telah mengusung 3 nama bakal calon walikota yaitu Oded M Danial, Haru Suandaru dan Yudi Widiana Adia.

"Para bakal calon sekarang sudah mulai digadang-gadang dan disosialisasikan," tuturnya.

Ia mengatakan, faktor kekalahan saat pilwalkot 2008 lalu yaitu karena salah satu calon, yang kemudian menang, adalah calon incumbent yaitu Walikota Bandung Dada Rosada. Kali ini, karena tidak ada calon oncumbent, Tate menyatakan optimis dapat memenangkan pilwalkot 2013 mendatang.

"Melawan calon incumbent cukup berat. Kita harus membangun populasitas dari awal. Tapi kali ini kekuatannya sama. Kita percaya pada kekuatan yang ada, ikhtiar semaksimal mungkin," kata Tate. (dtb)

Priana Ramaikan Bursa Balon Walikota Bandung

BANDUNG - Priana Wirasaputra yang kini menjabat sebagai Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung, sudah menyatakan kesiapannya untuk maju di Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Bandung 2013 mendatang. Priana mengklaim sudah banyak mendapatkan dukungan dari beberapa komponen yang memintanya untuk menjadi kepala daerah di Kota Bandung.

"Ada beberapa komponen yang meminta saya untuk maju meramaikan bursa Piwalkot Bandung, salah-satunya PHRI (Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia, red) Kota Bandung yang memberi dukungan saya untuk maju pada pilkada mendatang," kata Priana kepada wartawan ditemui di kantornya Jalan Ahmad Yani, Rabu (14/3).

Ditambahkan Priana, sebagai orang yang lahir di Bandung, dirinya siap untuk memajukan Kota Bandung ke arah yang lebih baik. "Kalau ada kepercayaan dari masyarakat kenapa tidak untuk mengabdi di Kota Bandung," ujarnya.

Disinggung mengenai kesiapannya atas segala konsekuensi yang akan dihadapi, diakui Priana, dirinya siap. "Saya tidak merasa khawatir, segala konsekuensinya. Karena ini hak semua warga negara, bahkan konsekuensi jabatan pun selalu siap," katanya.

Meski sudah ada dukungan, Priana mengaku belum mempunyai kendaraan politik yang akan dipakainya nanti, namun untuk komunikasi dengan beberapa partai politik sudah dilakukan. "Saya sebagai seorang PNS kan tidak boleh berpolitik dan berpartai, namun ketika saya mencalonkan tentunya harus ada partainya sebagai kendaraan, saat ini masih melakukan penjajakan dengan beberapa parpol," katanya.

Untuk pesta demokrasi di Kota Bandung memang masih jauh, namun sudah ada beberapa orang yang berani muncul. Salah satunya Ketua Partai Golkar Kota Bandung sekaligus Wakil Ketua III DPRD Kota Bandung, Asep Dedi Ruhyadi.

Kini Priana sudah mulai mengumumkan niatnya untuk maju pada pilkada tahun 2013. Secara diplomatis Priana mengaku kalau ada dukungan dari rakyat, dirinya siap maju. Sedangkan tokoh dan pejabat lain yang santer akan maju menjadi bakal calon wali kota belum berani mengemukakannya. (pro)

Jumlah Pemilih Pilwalkot Bandung 2013 Bertambah

BANDUNG - Ketua KPU Kota Bandung Apipudin mengatakan jumlah masyarakat Kota Bandung yang memiliki hak pilih dalam Pilwalkot 2013 dipastikan bertambah dibandingkan ajang serupa sebelumnya. Potensi pemilih itu berasal dari kalangan pemilih pemula.

"Minggu kemarin kami ke Disdukcapil. Berdasarkan catatan mereka, warga Bandung memiliki KTP saat ini jumlahnya 1,9 juta jiwa lebih. Itu potensi pemilih. Kalau Pilwalkot beberapa tahun lalu 1,4 juta jiwa. Jadi jumlah pemilih nanti pasti bertambah," jelas Apip kepada wartawan usai sosialisasi Pemilu dan Pemilukada di Hotel The Amaroossa, Jalan Aceh, Rabu (20/6/2012).

Jumlah data terbaru dari dinas pencatat kependudukan tersebut, kata Apip, bisa terus bertambah. Masyarakat yang memiliki hak pilih syaratnya sudah berusia 17 tahun.

"Bertambahnya pemilih itu karena kehadiran pemilih pemula," singkat Apip.

Lebih lanjut ia menuturkan, KPU Bandung terus melakukan sosialisasi dan pendidikan pemilih kepada masyarakat luas terkait pelaksanaan pesta demokrasi Pilwalkot 2013. KPU optimistis pada Pilwalkot nanti mendapatkan pemilih lebih cerdas dan baik dibandingkan sebelumnya. (dtb)

Indeks Berita


Nasional


Wisata

Opini

Sosok

 
Bandung Raya Online Copyright © 2012 Allright Reserve - Pengelola: Bandung Media Citra (BMC).