English Dutch French Arabic Korean Japanese Chinese

Jumat, 12 Oktober 2012

Pilgub Jabar Bisa Jadi Bertabur Bintang

BANDUNG - Provinsi Jawa Barat akan menggelar pemilihan gubernur (pilgub) pada 2013 mendatang. Diperkirakan Pilgub Jabar ini bakal bertabur bintang atau artis. Selain incumbent, Dede Yusuf yang kini Wakil Gubernur, disebut-sebut beberapa artis seperti Rieke Dyah Pitaloka, Dessy Ratnasari, Deddy Mizwar hingga Tina Talisa akan turut meramaikan perhelatan nanti.

Fenomena yang tak kalah menarik dari Pilkada DKI beberapa waktu silam dengan tampilnya pasangan Joko Widodo - Basuki Tjahaja Purnama sebagai pemenang, Pilgub Jabar 2013 juga diramalkan akan berlangsung ketat. Yang pasti Pilgub Jabar akan bertabur artis.

Dede Yusuf, artis yang kini menjabat Wagub Jabar, dipastikan maju dalam pilgub nanti. Selain Dede, ada juga artis yang kini anggota DPR, Rieke Dyah Pitaloka, kemudian ada Dessy Ratnasari, Deddy Mizwar, Primus Yustisio hingga presenter Tina Talisa. Bahkan Deddy Dores sudah mendaftarkan diri sebagai calon wakil gurbenur dari perseorangan, namun tidak lolos tahap verifikasi dukungan suara minimal.

Menurut hasil survei dari beberapa lembaga survei, masyarakat lebih mengenal tokoh politik yang berasal dari kalangan artis. Dari 19 nama yang disodorkan Lingkaran Survei Indonesia, enam nama yang menempati urutan atas tingkat pengenalan adalah Dede Yusuf, Primus Yustisio, Rieke 'Oneng' Dyah Pitaloka, Tantowi Yahya, Dedi Gumelar alias Miing, dan Nurul Arifin.

Primus disebut-sebut akan digandeng Dede Yusuf. Sementara Rieke digembar-gemborkan akan berduet dengan Teten Masduki. Namun, Ketua PDI Perjuangan Jabar menyebutkan Rieke rieke akan duet dengan Dede.

Sementara Partai Keadilan Sejahtera diam-diam akan meminang antara Deddy Mizwar, Dessy Ratnasari atau Tina Talisa untuk dipasangkan sebagai calon wakil gurbenur dari Ahmad Heryawan. Artis yang juga anggota DPR saat ini Rachel Maryam pun menyatakan siap maju sebagai cagub atau cawagub Jabar dari Partai Gerindra.

Sementara dari hasil survei Pusat Kajian dan Kepakaran Statistika Universitas Padjajaran Bandung menyimpulkan Dede Yusuf merupakan calon terkuat untuk Pilgub Jabar 2013 dengan perolehan 34,3 persen. Sedangkan incumbent Ahmad Heryawan memperoleh 19,7 persen.

Karim Suryadi, pengamat komunikasi politik Universitas Pemdidikan Indonesia Bandung, artis dengan kepopulerannya mampu menarik pemilih.

"Karakter pemilih Jabar yang melek media memungkinkan mereka memilih cagub dan cawagub dari kalangan artis," kata Karim.

Artis cenderung diposisikan sebagai votte getter, yakni mesin pengumpul suara atau penjaga stabilitas suara. Popularitasnya memudahkan untuk sosialisasi dan menggaet suara pemilih. (jpo)

Macan Center Berharap Pendamping Dede Yusuf Perkuat Peluang Menangkan Pilgub

BANDUNG - Macan Center, tim sukses Dede Yusuf, berharap siapapun pendamping Dede Yusuf bisa membuat peluang memenangkan Pilgub Jabar 2013 semakin kuat.

"Pendamping Dede Yusuf harus menambah dukungan masyarakat, dukungan parpol di legislatif, dan menambah sumber daya pemenangan," kata Ketua Macan Center, Achdar Sudrajat, Kamis (11/10/2012).

Diakui Achdar, peluang Dede Yusuf memenangkan pilgub memang terbuka lebar. Namun alangkah lebih baik jika calon wakil gubernur Dede Yusuf punya dukungan kuat juga dari masyarakat.

Meski demikian, Achdar menyerahkan sepenuhnya keputusan penentuan calon wagub pada Dede Yusuf dan DPP Demokrat. "Macan Center menyerahkan sepenuhnya pada Dede Yusuf dan DPP untuk terus membangun format koalisi dengan partai lain," ucapnya.

Soal waktu pendaftaran pasangan calon ke KPU Jabar yang dimulai pada 4 November, Achdar menyatakan tidak masalah bagi Macan Center. Waktu yang ada dinilai tidak mepet untuk menjalin koalisi dan penentuan calon wakil gubernur.

"Waktu yang ada masih cukup untuk menjalin komunikasi," ucap Achdar. (dtb)

Cagub Jabar dari Gerindra Tunggu Keputusan Prabowo

BANDUNG - Gerindra Jawa Barat saat ini masih menunggu keputusan Dewan Pengurus Pusat (DPP) dan Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto, merilis nama yang telah diajukan pada Juli 2012 lalu. Mereka berharap pada 14 Oktober 2012 mendatang, nama itu sudah keluar berikut koalisinya. Sebab Gerindra tidak bisa mengusung satu paket, mengingat hanya memiliki 8 kursi.

"Posisinya saat ini sudah ada dalam pembahasan di Jakarta. Sekarang memang injury time. Tapi kita hanya bisa menunggu keputusan Jakarta. Siapa yang akan diusung dan akan di koalisi kita tidak tahu," kata Wakil Ketua DPD Gerindra Jabar, Sunatra, saat ditemui di Gedung Indonesia Menggugat (GIM), Kamis (11/10).

Waktu ideal sendiri, kata Sunatra, adalah 14 Oktober 2012. Sehingga sebelum massa pendaftaran ke KPU Jawa Barat yakni 4 November 2012 calon yang sudah didapat nantinya bisa disosialisasikan dulu ke masyarakat.

"Kan pasti butuh perkenalan, sebelum dikawinkan (koalisi-red) sehingga kami sudah sampaikan, pertengahan sudah harus keluar, jadi tanggal 15-30 Oktober itu masa pacaran dulu," terangnya.

Dia menuturkan DPD Partai Gerindra Jabar telah menyerahkan 12 nama yang diminta untuk mengikuti proses penjaringan kepada Badan Seleksi Pilkada DPP Partai Gerindra.

Nama itu termasuk hasil penjaringan, verifikasi faktual, penilaian visi misi balon, yang diikuti seluruh peserta proses penjaringan pada Mei 2012 lalu.

Ditanya mitra koalisi, dia juga menyerahkan sepenuhnya kepada DPP. Namun dia tidak menutup kemungkinan empat partai yang saat ini belum mengusung nama bisa saling lirik.

"Kan kita tahu Calon Gubernur yang sudah pasti itu Dede Yusuf (Demokrat), Ahmad Heryawan (PKS) dan Yance (Golkar). Sementara PDIP, PKB, PAN, PPP belum menentukan sikap. Semua masih bisa terjadi," ungkapnya. (mdc)

Gerindra Lirik Teten Masduki

BANDUNG - Meskipun telah memiliki 12 nama yang ikut penjaringan bakal calon gubernur dan calon wakil Gubernur Jawa Barat 2013-2018, Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) membidik aktivis antikorupsi Teten Masduki.

"Nama Teten memang kami akui masuk dalam lirikan. Bahkan kami pernah menanyakan keseriusan Teten untuk maju pada Pilgub Jabar 2013 nanti," kata Ketua Tim Penjaringan DPD Partai Gerindra Jabar Sunatra saat dihubungi melalui telepon selulernya, Jumat (12/10/2012).

Menurut Sunatra, kapasitas dan popularitas Teten Masduki dinilai layak memimpin Jawa Barat. Namun, belum ada pernyataan resmi soal kesiapan Teten untuk diusung Partai Gerindra. "Beliau memang asli Jabar. Kami melihat Teten bukan dari hasil survei saja, tetapi investigasi. Kita masih terbuka walaupun waktunya sudah mepet," tuturnya.

Sunatra menegaskan, keputusan soal mengusung nama dan koalisi berada di pengurus pusat. "Sekarang kita dalam posisi menunggu keputusan pusat," ujarnya.(ino)

PKS Dekati Deddy Mizwar untuk Cawagub

JAKARTA - Konstelasi pemilihan gubernur (pilgub) Jawa Barat makin ramai diisi sejumlah tokoh yang berpotensi memiliki persaingan tinggi. Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang siap kembali mengusung incumbent Ahmad Heryawan sebagai calon gubernur mulai menemukan calon wakil gubernur pendamping. Artis kawakan Deddy Mizwar, tampaknya, menjadi kandidat terkuat PKS untuk mendamping Heryawan bersaing dalam pilgub Jabar.

Wasekjen DPP PKS Mahfudz Siddik saat dikonfirmasi tidak membantah isu tersebut. Menurut dia, posisi Deddy memang dipertimbangkan untuk menjadi cawagub mendampingi Heryawan. Namun, belum ada kepastian apakah Deddy menerima tawaran itu. "Ada komunikasi. Tapi, semua masih dalam proses," ujar Mahfudz di gedung parlemen, Jakarta, kamis (11/10).

Menurut Mahfudz, hal yang sudah bisa dipastikan adalah pencalonan kembali Heryawan sebagai cagub mewakili PKS. Keputusan itu sudah secara bulat diputuskan internal PKS. Sosok cawagub pilihan itulah yang saat ini menjadi pertimbangan PKS. "Pendamping Pak Heryawan harus orang yang memiliki visi kuat membangun Jawa Barat," ujar Mahfudz.

Upaya untuk mendekati Deddy, ujar Mahfudz, sudah dilakukan melalui berbagai jalur. Lewat jalur formal misalnya, PKS melakukan komunikasi secara langsung dengan aktor yang terkenal memerankan Nagabonar itu. "Komunikasi secara pribadi melalui Pak Heryawan juga dilakukan," ujar ketua Komisi I DPR itu.

Namun, upaya PKS untuk mencalonkan pasangannya tersebut tidak bisa dilakukan sendiri. Jumlah 13 kursi yang dimiliki belum cukup bagi PKS untuk mencalonkan secara mandiri. Mahfudz menyatakan, sejumlah pendekatan dilakukan PKS untuk menggandeng partai lain dalam koalisi. "Ke PDIP sudah melakukan komunikasi, Hanura sudah, Gerindra juga sudah, termasuk pendekatan ke perseorangan," kata Mahfudz.

Jika dilihat dari peluang, tampaknya PKS sulit menggandeng PDIP karena sudah memiliki calon sendiri. Sangat mungkin PKS bakal menjalin koalisi bersama Partai Hanura. (jpo)

Minggu, 07 Oktober 2012

Dada Rosada Tunggu Keputusan DPP Demokrat

BANDUNG - Wali Kota Bandung H. Dada Rosada masih menunggu keputusan resmi dari Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Demokrat (PD) terkait pengusungan namanya menjadi calon gubernur Jabar. "Saya masih menunggu informasi dari Pak Iwan Sulanjana (Ketua DPD PD Jabar, red) soal nama yang akan diusung sebagai cagub dari partai," kata Dada di Masjid Agung Al Ukhuwwah, Minggu (7/10).

Seperti diberitakan, nama Dede Yusuf santer diberitakan telah diusung PD iuntuk menjadi cagub Jabar dalam pemilihan gubernur pada Februari 2013 mendatang. Pemilihan Dede Yusuf diduga karena memiliki elektabilitas paling tinggi dibandingkan cagub-cagub lainnya yang mendaftar ke PD Jabar.

Lebih jauh Dada mengatakan, dirinya akan tetap menunggu keputusan resmi dari DPP PD. "Saya belum bisa menyebutkan akan ke mana kalau tak direstui PD sebagai cagub. Masihj rahasia lah," katanya tersenyum.

Demikian pula ketika didesak apakah akan menggunakan kendaraan dari partai lain atau maju dari jalur perseorangan, Dada juga enggan menyebutkannya. "Tunggu saja ya," katanya sambil menuju ke mobil dinasnya.(pro)

Demokrat Resmi Calonkan Dede Yusuf di Pilgub Jabar 2013

BANDUNG - Wakil Gubernur Jawa Barat Dede Yusuf secara resmi dipilih Partai Demokrat untuk maju sebagai calon Gubernur Jawa Barat 2013. Pertimbangan tersebut merupakan hasil pembahasan rapat Majelis Tinggi Partai Demokrat, pada Jumat (5/10/12) malam, yang langsung ditetapkan oleh Ketua Majelis Tinggi, sekaligus Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono.

“Dede Yusuf sudah dipastikan menjadi calon gubernur Jawa Barat dari Partai Demokrat,” ungkap Anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat Max Sopacua, saat dihubungi “PRLM”, Sabtu (6/10/12).

Partai Demokrat akhirnya memutuskan untuk memilih Dede Yusuf di antara bakal calon internal lainnya. Menurut Max, pembahasan dalam rapat Majelis Tinggi Partai Demokrat mempertimbangkan sejumlah indikator penetapan cagub Jabar yang akan maju dalam pemilihan gubernur Jawa Barat 2013 mendatang itu.

Namun, yang paling dipertimbangkan Partai Demokrat, kata Max, Dede Yusuf unggul dari bakal calon lainnya dengan penguatan dari sisi elektabilitas. Berdasarkan sejumlah hasil lembaga survei, bahkan lembaga survei eksternal, Dede selalu menempati posisi teratas dibandingkan cagub lainnya. Dede Yusuf juga kerap kali mengungguli cagub dari partai lain. (ino)

Rieke Paling Berpeluang DIcalonkan PDIP

BANDUNG -  Artis yang terjun sebagai politisi Rieke Diah Pitaloka, bersama Bupati Cirebon Dedi Supardi berebut tiket calon Gubernur Jabar. Keduanya dinyatakan pemilik popularitas tertinggi di antara empat bakal calon lainnya.

"Dari hasil survei yang dipaparkan pada rapat dengan DPP PDIP, Rieke meraih popularitas tertinggi dari lima bakal calon lainnya. Sementara di posisi dua diraih oleh Dedi," ungkap petinggi PDIP.

Sumber tersebut mengatakan, meski Rieke tertinggi, belum tentu dia yang dicalonkan. Itu semua tergantung keputusan DPP. "Rapat tadi malam belum memutuskan calon baru pemaparan hasil survei calon internal," ucapnya.

Sementara Ketua DPD PDIP Jabar Rudi Harsya Tanaya menuturkan, pemanggilan DPP PDIP, terhadap pengurus DPD PDIP Jabar bukanlah untuk menentukan siapa calon yang bakalan maju dalam Pilgub Jabar 2013. Pemanggilan baru sebatas pemaparan hasil survei dan evaluasi.

”Kalau itu (penentuan calon) belum. Kemarin malam dipanggil baru sebatas membuka hasil survei dan evaluasi, kesimpulan akhir belum ada,” katanya.

Dia menyebutkan, dalam kesempatan rapat itu juga tak hanya dihadiri oleh pengurus DPD, melainkan seluruh pengurus dan ketua DPC PDIP juga hadir. Bahkan keenam bakal calon yang akan maju dalam pilgub Jabar juga diundang.

Rudi mengungkapkan, dalam pertemuan tersebut pengurus pusat juga mempresentasikan hasil survei mengenai pemilu. 2014. Tak hanya itu, pihaknya juga membahas masalah potensi hasil yang akan diraih oleh partai berlambang kepala banteng moncong putih tersebut. (ino)

Deddy Dores Maju Cawagub Jabar Dampingi Daday

BANDUNG - Anggota DPR RI Komisi III dari Fraksi Partai Demokrat Daday Hudaya mengandeng penyanyi dan pencipta lagu Deddy Dores untuk maju sebagai calon gubernur/wakil gubernur dari jalur perseorangan di Pemilihan Gubernur/Wakil Gubernur Jawa Barat 2013.

Sambil menaiki delman, pasangan Daday Hudaya-Deddy Dores mendatangi kantor KPU Jawa Barat, di Jalan Garut Kota Bandung, Jumat (5/10/2012), sekitar pukul 15.25 WIB untuk menyerahkan berkas dukungannya ke KPU.

Berdasarkan informasi yang didapatkan, Daday Hudaya akan menjadi bakal calon gubernur Jabar sedangkan Deddy Dores menjadi bakal calon wakil gubernur Jabar dari jalur perseorangan.

Dengan diserahkannya berkas dukungan dari pasangan Daday Hudaya-Deddy Dores, maka jumlah calon perseorangan yang ikut meramaikan Pilgub Jawa Barat menjadi tiga pasang (dua pasangan sebelumnya adalah Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Dikdik Mulyana Arief Mansyur-Cecep Nana Suryana Toyib dan Dedeng Yusuf Maulani-Maman Daning).

Puluhan pendukung pasangan Daday Hudaya-Deddy Dores ikut mengantar ke aula kantor KPU Jawa Barat untuk menyerahkan berkas dukungannya. (ant)

Daday akan Temui Anas Terkait Pencalonan dari Jalur Perseorangan

JAKARTA - Partai Demokrat sampai saat ini belum mendapatkan keterangan resmi terkait niatan Anggota Fraksi Partai Demokrat, Daday Hudaya yang berniat menjadi Cagub Jawa Barat (Jabar) lewat jalur independen.

"Sampai saat ini belum ada kepastian, baru menyampaikan niat. Dan sampai saat ini setahu saya pak Daday akan bertemu dulu Ketum (Anas Urbaningrum). Kebetulan tadi pagi pak Daday telpon saya, dan itu baru sebatas keinginan, dan tetap akan patuh pada keputusan pimpinan partai," ujar Ketua DPP Partai Demokrat, Herman Khaeron kepada INILAH.COM, Jumat (5/10/2012).

Menurutnya, apabila ada pihak yang ingin maju sebagai kandidat Cagub Jabar lewat jalur independent dalam Pilgub Jabar adalah hak dari setiap warga negara. Namun hingga inin belum ada keterangan resmi dari pihak Daday Hudaya untuk maju sebagai Cagub lewat jalur independen.

"Saya yakin (Daday) masih menunggu komunikasi dengan Ketum," imbuhnya.

Herman mengaku belum mendapat kabar terbaru terkait pertemuan antara Daday Hudaya dengan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum terkait niatannya untuk maju sebagai kandidat Cagub Jabar non partai politik.

"Sampai tadi pagi belum bertemu. Kita tunggu saja," jelasnya.

Meski begitu, Herman enggan berspekulasi lebih jauh terkait realisasi Daday yang akan tetap maju di Pilgub Jabar lewat jalur independen. Namun dia meyakini bahwa seluruh kader partai Demokrat akan tunduk dengan keputusan akhir majelis tinggi dan DPP Partai Demokrat terkait kandidat Cagub Jabar. (ino)

Majelis Tinggi Demokrat Restui Dede Yusuf Maju Pilgub

JAKARTA - Yusuf Macan Effendi atau yang lebih populer dipanggil Dede Yusuf, dipastikan akan diusung Demokrat pada Pilkada Gubernur Jawa Barat yang akan digelar tahun depan. Pria yang kini menjabat wakil gubernur Jawa Barat tersebut telah mengantongi restu Majelis Tinggi Demokrat.

Adapun elektabilitas Dede yang terbilang paling tinggi menjadi alasan dirinya diusung partai berlambang biru Mercy ini jauh-jauh hari. Lalu, apakah Majelis Tinggi Demokrat juga telah menentukan calon wakil gubernur yang akan mendampingi Dede?

"Dede Yusuf elektabilitasnya memang paling tinggi. Untuk wakil, (Majelis Tinggi) masih menunggu hasil konsultasi. Bagaimanapun, Dede Yusuf harus cocok dengan orang tersebut (calon wakil gubernur)," ujar Wakil Sekretaris Jenderal Demokrat Saan Mustofa di Jakarta, Minggu (7/10).

Saan menuturkan, rapat Majelis Tinggi Demokrat terkait hal ini dilakukan di kediaman Ketua Majelis Tinggi Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), di Cikeas, Bogor, Jumat (5/10) lalu. Dalam rapat tersebut, Ketua Umum Demokrat yang juga anggota Majelis Tinggi, Anas Urbaningrum, berhalangan hadir dikarenakan sakit.

Sekedar catatan, pendaftaran Pilkada Gubernur Jawa Barat akan dibuka mulai bulan depan. (jno)

Pendamping Aher Ditentukan Ahir Oktober

SUKABUMI - Gubernur Jawa Barat (Jabar), Ahmad Heryawan mengatakan calon pendampingnya pada pemilukada 2013 akan ditetapkan pada sepuluh hari ke depan. Hal ini disampaikan gubernur dalam kesempatan silaturahmi dengan warga Kota Sukabumi di warung makanan Bandros Ata, Jalan Gudang, Kecamatan Cikole, Sabtu (6/10) malam.

"Calon pendamping sudah hampir ada," ujar Ahmad Heryawan, kepada wartawan.

Penentuan calon pendamping akan dilakukan dalam sepuluh hari mendatang. Namun, pengumuman calon pendampingnya menunggu momentum yang tepat. Menurut Heryawan, calon pendampingnya tersebut merupakan asli Jabar. Calon itu bisa berasal dari kalangan artis, birokrat, maupun partai politik.

Heryawan mengatakan, mulai munculnya sejumlah calon gubernur merupakan sesuatu hal yang wajar dalam pesta demokrasi lima tahunan. Namun, ia siap untuk menghadapi persaingan tersebut.

Ditambahkan Heryawan, ia berharap mendapatkan dukungan penuh dari warga Jabar untuk memimpin kembali pada peride 2013-2018. Selain itu ia mengharap dukungan penuh dari warga Kota/Kabupaten Sukabumi sebagai daerah asalnya. (rol)

Indeks Berita


Nasional


Wisata

Opini

Sosok

 
Bandung Raya Online Copyright © 2012 Allright Reserve - Pengelola: Bandung Media Citra (BMC).