English Dutch French Arabic Korean Japanese Chinese

Sabtu, 13 Oktober 2012

Distan Siapkan 30 Ribu Kalung Sehat Hewan Kurban

BANDUNG - Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distan KP) Kota Bandung menyiapkan 30.000 kalung sehat untuk pelaksanaan kurban di Kota Bandung tahun ini. Distan KP juga mengimbau agar warga yang akan membeli hewan ternak untuk kurban memperhatikan keberadaan kalung sehat.

"Untuk yang sudah telanjur membeli hewan kurban sejak satu atau dua pekan sebelumnya, kami mengimbau agar konsumen mengecek kalung sehatnya saat pengantaran hewan kurban nanti. Biasanya kan hewan kurban baru akan diantarkan sekitar satu hingga dua hari sebelum Iduladha," ucap Kepala Bidang Penanggulangan dan Pencegahan Penyakit Hewan (P3H) Distan KP Kota Bandung Sudarmadji, Jumat (12/10).

Jika hewan kurban yang dibeli tidak mengenakan kalung sehat, Sudarmadji mengimbau untuk langsung mengembalikannya kepada penjual, atau menukar dengan hewan kurban yang telah diperiksa dan mengenakan kalung sehat. "Untuk berkurban kan yang diutamakan syarat sahnya, jadi memang harus mengutamakan pemenuhan syaratnya, untuk hewan yang tidak mengenakan kalung sehat artinya kan belum dilakukan pemeriksaan," tuturnya.

Berdasarkan evaluasi tahun kemarin, Sudarmadji mengakui masih terbuka peluang adanya hewan kurban yang tidak dikenakan pemeriksaan. Akan tetapi, dia mengatakan bahwa tim yang diturunkan telah berusaha maksimal untuk melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban.

Tahun lalu, jumlah hewan kurban yang diperiksa sebanyak 21.786 ekor. Dari jumlah tersebut, sekitar 1.500 hewan dinyatakan tidak layak kurban, sehingga tidak diberikan kalung sehat. "Mayoritas temuan yaitu pada hewan domba, terlihat dari kesehatan matanya," ucap Sudarmadji.

Tahun lalu, hewan kurban yang dipotong terdiri dari 16.826 ekor domba dan 4.343 ekor sapi. Dia juga memprediksi, jumlah hewan kurban tahun ini akan meningkat 5 hingga 15 persen.

Hewan kurban berupa sapi, seluruhnya dikirim dari Jawa Tengah dan Jawa Timur. Sedangkan untuk domba, mayoritas berasal dari kawasan Priangan Jawa Barat. "Kami memang tidak menjamin semua hewan kurban yang dijual sudah dilakukan pemeriksaan, tapi kami berusaha untuk menyisir seluruh lokasi penjualan hewan kurban," ucapnya. (pro)

Kick Andy Foundation Bantu Penghuni Rutan Kebonwaru

BANDUNG - Kick Andy Foundation memberikan donasi kepada warga binaan di rumah tahanan Kebon Waru, Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (12/10). Donasi yang diberikan berupa peralatan musik, peralatan olahraga, serta screen projector.

Pemberian donasi ini sebagai bentuk kepedulian kepada penghuni rutan. Aksi ini terselenggara berkat kerja sama dengan Datascript Asuransi Jaya Proteksi serta Yayasan Kesetiakwanan dan Kepedulian.

Pemberian donasi secara simbolis diberikan langsung oleh Ketua KAF Andi F Noya kepada perwakilan warga binaan yang masih remaja. Barang yang diberikan berupa alat musik tradisional dan modern, alat olahraga, sepatu, serta sebuah screen projector.

Acara diakhiri dengan pementasan musik oleh para warga binaan. Sebelumnya mereka telah menerima bantuan program seribu gitar berkat kerja sama KAF dengan majalah Rolling Stone Indonesia.(red)

67 Dokter Ikuti Tes Kompetensi Bidang

BANDUNG - Sebanyak 67 dokter mengikuti Tes Kompetensi Bidang (TKB) dalam seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Pemerintah Kota Bandung di SMK Negeri I, Jln. Wastukencana No. 3, Sabtu (13/10) pagi. Sebanyak satu orang tidak hadir untuk mengikuti tes lanjutan ini.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Bandung Evi Saefini Saleha mengatakan, awalnya terdapat 84 orang dokter umum yang lolos dalam seleksi ujian tertulis sebelumnya.

"Namun karena ada aturan dari Kemenpan bahwa peserta yang bisa ikut serta dalam tes berikutnya maksimal berjumlah tiga kali lipat daripada jumlah formasi, terpaksa nomor urut 64 hingga 84 gugur dengan sendirinya," kata Evi, Sabtu (13/10).

Jumlah formasi yang dibuka untuk dokter umum sebanyak 21 orang. Sedangkan untuk dokter spesialis berjumlah 48 orang. Seleksi dilakukan tepat pukul 08.00 WIB, dan didampingi oleh kepolisian serta BKD Provinsi Jabar. Dalam TKB yang dilaksanakan kemarin, panitia juga melakukan Tes Psikologi Lanjutan.

"Untuk formasi dokter spesialis, yang mendaftar hanya tujuh, itu pun juga yang memenuhi passing grade hanya lima orang, meskipun jauh di bawah kuota tetapi mereka tetap harus ikut," ujarnya.

Setelah pelaksanaan tes rampung sekitar pukul 12.00 WIB, panitia langsung melakukan scanning lembar jawaban komputer di SMP 34 Batununggal, Bandung. "Scanning juga diselesaikan hari ini juga, untuk menjaga transparansi," ucap Evi. (pro)

Jumat, 12 Oktober 2012

Dewan Soroti Kinerja Dishub Kota Bandung

BANDUNG - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bandung menyoroti kinerja Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung yang belum menunjukkan kinerja maksimal hingga saat ini. Hal itu terlihat dari masih banyaknya persoalan di bidang transportasi yang semrawut.

"Memang Kepala Dinasnya baru diganti, tapi kan kinerjanya belum dirasakan masyarakat secara langsung sampai sekarang, harusnya sudah ada gebrakan lah," ucap Ketua Komisi C DPRD Kota Bandung Entang Suryaman di Gedung DPRD Kota Bandung, Senin (8/10/12).

Seperti diketahui, Kepala Dinas Perhubungan sebelumnya yaitu Prijo Soebiandono memasuki masa pensiun pada awal tahun 2012, dan kemudian digantikan sementara oleh Asisten I Ubad Bachtiar sebagai Plt. Kadishub. Serah terima jabatan Kadishub secara resmi dilakukan pada 6 September 2012 kepada Ricky Gustiadi, yang sebelumnya menjabat Kabid Lalu Lintas dan Parkir di Dishub Kota Bandung.

Entang mengatakan, hingga saat ini pihaknya juga belum melihat adanya peningkatan kinerja Dishub dalam pemecahan masalah transportasi di Kota Bandung. Beberapa program penting yang seharusnya menjadi gebrakan tahun ini, lanjut dia, juga belum terlihat realisasinya.

Dia mencontohkan, persoalan operasionaliasi Trans Metro Bandung (TMB) Koridor I Jurusan Cibiru-Cibeureum, selter permanen TMB yang terus terbengkalai, penataan parkir liar, penggembokan terhadap kendaraan yang parkir sembarangan, hingga target operasionalisasi TMB Koridor II yang seharusnya bisa dijalankan akhir tahun ini.

"Seharusnya dalam waktu satu bulan ini ada beberapa persoalan yang bisa diselesaikan, tapi kan sampai saat ini belum ada," katanya.

Entang juga menegaskan, akan menagih janji Wali Kota Bandung jika nantinya dalam waktu enam bulan tidak ada perkembangan yang berarti soal kinerja Dishub. Apalagi, persoalan transportasi menjadi salah satu persoalan yang sangat disoroti warga Kota Bandung satu tahun terakhir ini, dengan banyaknya persoalan dan rencana terobosan yang ditargetkan.

"Kita lihat saja dalam waktu enam bulan ini, apakah benar-benar bisa menjalankan roda kinerja di Dishub atau tidak, kalau tidak beres ya copot saja," ujarnya. (pro)

Minggu, 07 Oktober 2012

Walikota Bandung Menyerah Atasi PKL

BANDUNG - Wali Kota Bandung Dada Rosada mengakui bahwa Pemkot memang tidak mampu mengatasi masalah pedagang kaki lima (PKL) yang semakin menjamur. Dia mengaku, PKL merupakan masalah besar di Kota Bandung yang masih sulit diselesaikan.

"Ya, itu masalah besar, sedang kita terbatas, tercapainya kerjasama ini cukup meringankan beban pemerintah," ujar Dada usai menghadiri Gema Zikir di Mesjid Raya Provinsi Jabar seperti yang diberitakan Bandung Ekspres, Minggu (7/10).

Dada pun menyampaikan, apa yang dilakukan warga itu menjadi pilot project atau percontohan di Kota Bandung untuk diikuti di titik-titik pertumbuhan PKL lainnya. "Apa yang sudah bagus ya pasti akan diikuti, itu contoh yang bagus. Kita berzikir di sini saja bagus pasti diikuti kan! Begitu juga upaya itu, oleh karenanya kami mengucapkan terima kasih. Kerjaan yang sulit karena kemampuan kami terbatas kini terselesaikan. Tak jauh beda dengan sungai Cikapundung dulu, masih salah dimanfaatkan kini akan menuju  tempat wisata air," paparnya.

Sebelumnya, warga di sekitar pasar Ciroyom gerah karena kondisi pasar yang makin kumuh dan arus lalu lintas selalu macet terutama di jam-jam sekolah. Namun aksi geram mereka tidak ditunjukan dengan kekerasan, malahan enam bulan lebih warga Ciroyom bersama gabungan pedagang kecil Arjuna (GPKA) dan karang taruna, Satpol PP serta Polisi, masuk dalam tim gabungan penataan Pedagang Kaki Lima (PKL) melakukan sosialisasi kepada para pedagang agar mau ditata.

Tim gabungan itu, tahap awal ini berhasil menata 30 dari 130 pedagang Pasar Ciroyom tanpa perlawanan. Bahkan para pedagang dengan sukarela membongkar lapak usahanya sendiri.

"Kegiatan penataan itu untuk mewujudkan aspirasi warga, yang ingin menata pedagang tepatnya di pasar simpang ciroyom untuk dialihkan kedalam dan pedagang sendiri menerima," tegas Kasi Trantib Satpol PP Kelurahan Ciroyom, M Syuhada.

Selama ini kata Syuhada, penataan PKL baik di Ciroyom: Jalan Sudirman dan Rajawali selalu kurang kondusif. "Di pasar Ciroyom (2008, Red) kami laksanakan perda K-3 ada perlawanaan. Kali ini selain menegakkan perda 11 tahun 2011 tentang penatataan dan pembinaan PKL, yang menyebutkan bahwa PKL mitra kerja, juga berkat bantuan warga sehingga penataan kondusif," terangnya lagi.(jpo)

Indeks Berita


Nasional


Wisata

Opini

Sosok

 
Bandung Raya Online Copyright © 2012 Allright Reserve - Pengelola: Bandung Media Citra (BMC).